Showing posts with label PerJalanAn. Show all posts
Showing posts with label PerJalanAn. Show all posts

January 19, 2014

Cinta Membuncah Setelah Menikah

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu'alaykum warohamtullahi wabarokatuh 

Tepat setahun yang lalu aku bertemu dengannya walau sebelumnya hanya mengenalnya melalui namanya dan fotonya.. ya, 19 Januari 2013 tahun lalu bertempat di sebuah rumah ustadzah. Kisah ini berawal sejak 3 tahun lalu sejak aku lulus kuliah. Sebuah kewajaran apabila seseorang yang sudah lulus kuliah kemudian mencari pekerjaan mengidamkan sebuah kisah cinta satu untuk selamanya. Dan aku pun mencari pencarian cinta itu, mengajukan “proposal” cinta kepada seorang ustadz ngaji ku kepada seorang wanita yang tak pernah aku kenal sebelumnya sama sekali. Wanita tersebut adalah seorang teman dari sepupuku. Pengajuan itu memakan waktu cukup lama. Hingga akhirnya aku diterima kerja disebuah instansi. Jawaban proposal itu tepat tanggal 5 Desember 2010, dimana pada saat itu aku menandatangani kontrak yang salah satu pasalnya melarang pegawai untuk menikah dalam waktu 2 tahun. Sesaat setelah dibacakan pasal-pasal kontrak, ustadz mengabarkan bahwa bahwa akhwat yang dimaksud bersedia untuk mengenal lebih jauh yang dikenal dengan istilah ta’aruf. Namun sayang aku harus menandatangani kontrak yang melarang aku menikah dalam waktu 2 tahun. Ustadz aku pun mengkonfirmasi kepada akhwat tersebut, apakah bersedia untuk menunggu atau tidak. Dan jawabanya adalah tidak.
 

Setelah 2 tahun berlalu, aku pun menghubungi sepupu ku, dan menanyakan apakah akhwat yang dahulu sudah menikah atau sudah ada yang melamar? Ternyata jawabannya adalah belum. Proses aku ulangi dari awal, namun tidak dari awal banget, karena proposalku terdahulu sudah pernah dilihat oleh akhwat yang dimaksud. Aku hanya cukup menjelaskan sedikit kepada Ustadz ku saat itu yang berbeda dengan ustadz saat awal aku mengajukan. Aku kembali menunggu jawaban dari akhwat tersebut. Akhir Desember aku mendapat jawaban yang menyatakan bahwa akhwat bersedia untuk ta’aruf dengan aku. Dan tanggal 19 Januari 2013 itulah saat aku pertama bertemu dengannya. Dan mengenal sedikit lebih jauh tentangnya. Setelah pertemuan itu, kembali diagendakan aku bersilaturahim ke rumahnya untuk bertemu orang tuanya bersama ustadzahnya sebagai pendamping karena ustadz ku tidak berada di Balikpapan melainkan di Malinau, tempat aku bekerja. Bulan Februari 2013 aku rencanakan pulang ke Balikpapan, bukan hanya karena janji untuk dateng ke rumah akhwat tersebut melainkan ibuku juga sedang sakit dan dirawat di RS.
 

15 Februari 2013 aku datang selepas Sholat Isya, berkenalan dengan ibu dan ayah nya. Sambutan hangat dan cerita mengalir dan saya sampaikan niat baik saya. Kedua orang tuanya pun menyambut baik niat aku. Dan tanpa direncanakan sebelumnya, orangtua ku pun bersilaturahim malam berikutnya, Sabtu, 16 Februari 2013. Istilah gayung bersambut pun mungkin tepat untuk kondisi ini. Keluarga akhwat tersebut menerima kehadiran kami dengan baik dan menyambut niat baik saya untuk melamar akhwat tersebut pada bulan berikutnya yakni Sabtu, 9 Maret 2013. Ada sebuah kabar baik yang mengiringi acara lamaran ini. Pada tanggal 7 Maret 2013 aku menerima Surat Keputusan Direksi tentang Mutasi Pegawai. Dan aku adalah salah satu orang yang dimutasi dari Malinau ke Kantor Pusat di Samarinda. Tanggal 9 Maret 2013 selepas Isya, aku dan keluarga datang ke rumah akhwat tersebut. Disambut baik keluarga akhwat tersebut, dari orang tua nya, neneknya, bu’de dan pa’denya dan anggota keluarga lainnya. Pada saat itulah orang tuaku secara resmi menyampaikan niat baik kami untuk melamar akhwat tersebut untuk menjadi istriku kelak. Dan alhamdulillah keluarga akhwat menerima dan tahap selanjutnya adalah menentukan tanggal pernikahan. Dan yang tak disangka adalah waktu penikahan yang dijadwal 2 bulan kedepan yakni 11 Mei 2013. Semakin cepat semakin baik kata orang tua.
 

Alhamdulillah, perjalanan menuju 11 Mei pun berjalan lancar. Kami masih saling menjaga komunikasi. Segala keperluan pernikahan, kami komunikasikan menggunakan pihak ke-3 yakni sepupuku atau menggunakan surat elektronik. 11 Mei 2013, cuaca cukup mendung dan tepat saat menuju lokasi pernikahan yang tak lain adalah rumah akhwat tersebut, langitpun mengutus tetesan air yang kata orang adalah rahmat. Dan do’a “Baarakallaahulaka wa baaraka’alayka wajama’a bainakuma fii khoir” terlantun dari setiap hadirin yang menjadi saksi terucapnya akad dimana aku mengambil semua tanggung jawab akhwat tersebut dari ayahnya dan menjadi tanggung jawabku sepenuhnya.
 

Yap, 1 tahun sudah sejak pertemuan dan perkenalan kami secara langsung di rumah seorang ustadzah. Dan sekarang kami sedang menanti kelahiran seorang bayi laki-laki yang saat ini berusia 8 bulan dalam kandungan.
 

Wassalamu'alaykum warohamtullahi wabarokatuh

واحـد

May 13, 2010

21


April 28, 2009

Kisah da'wah di Papua

Gema takbir seantero tanah Papua....

Ini kisah nyata. Dikisahkan oleh seorang da'i yang berda'wah di Papua. Beliau asli Papua, tepatnya Fak Fak. Klo ga salah nama beliau ust. Fadlan. Beliau berkesempatan hadir di Daarut Tauhid dan menceritakan ini ke jamaah sholat Subuh. klo wahid seh dengerinya via radio MQ.

Sungguh luar biasa perjuangan da'wah di sana (Papua). Walau demikian, tak sedikit orang Papua yang masuk Islam. Ada banyak kerajaan Islam di sana (suku-suku yang beragama Islam). Baik yang ada di pesisir pantai maupun di atas gunung. Banyak kisah da'wah yang menggugah. Modal da'wah yang terbilang sederhana yang menjadi pintu hidayah. Sabun, shampo, pakaian dan lain sebagainya.

Ada satu kisah yang luar biasa. Suatu waktu, ust Fadlan dan kawan-kawan beliau berniat tuk da'wah ke daerah pegunungan Timika. yang beliau tau adalah suku di sana sangat keras. Bahkan panah pun bersiaga menyambut orang tak dikenal yang masuk ke daerah tersebut. Berawal dari kota, ust Fadlan meyakinkan kawan-kawannya yang berjumlah 30 orang. "apakah kalian siap syahid?" dari 30 orang tersebut hanya 6 orang yang siap. ke-enam orang tersebut naik gunung menempuh jarak yang terbilang sangat jauh. 4 hari waktu tempuh. Saat pada jarak 100 meter dari perbatasan. beliau meyakinkan lagi "apakah kalian siap syahid?". jawaban kawan-kawan beliau masih belum berubah. jarak 75 meter beliau berpesan "kalau saya kena panah, kalian lari saja. tak usah pikirkan saya" jarak kurang lebih 50 meter, panah pertama menancap di tubuh bagian kanan, kemudian di ikuti panah berikutnya yang menancap pada bagian tubuh sebelah kiri. beliau terjatuh. Tapi semangat da'wah tidak menyurutkan semangat beliau. ada bisikan2 yang membuat beliau bangkit. mencabut panah-panah tersebut dan membakar pisau kemudian ditusukkan ke luka itu agar racunnya tidak bekerja. karena klo tidak demikan, maka racun bisa membunuh beliau. kawan-kawan beliau telah lari meninggalkan beliau. beliau bangkit dan mendatangi orang yang memanah beliau yang tak lain adalah kepala suku. Beliau jabat tangat dengan kepala suku tersebut dan berkata "Terimakasih bapa. maafkan anak tidak boleh masuk daerah bapak. terimakasih bapa". kemudian beliau pergi. Namun si bapak tadi malah menangis. "Kenapa bapa menangis?"."Bapa harus obati anak". akhirnya si bapak tapi mengantar ust Fadhlan turun ke Kota.

Di kota beliau bertemu dengan kawan-kawan beliau dan mereka memutuskan untuk pergi ke Makassar untuk berobat. di belilah 3 buah tiket. karena uang hanya cukup membeli 3 tiket. namun masalahnya adalah si kepala suku tadi bersikeras ingin ikut. karen beliau bertekat tuk mengobati ust Fadhlan. namun tak ada lagi uang tuk beli tiket. tapi pertolongan ALLAH sangat dekat. Datanglah orang yang tak dikenal memberi uang 1,5 juta rupiah. Subhanallah. subhanallah. akhirnya berangkatlah mereka ke Makassar. Selepas ust. Fadhlan sembuh, beliau melanjutkan kerja da'wah beliau dengan mengisi pengajian dari mesjid ke mesjid. Dan kepa suku itupun ikut kemana pun ust. fadhlan berda'wah. setiap waktu sholat tiba, kepala suku tadi di suruh menunggu di luar. sampau hari ke tujuh si kepala suku itu marah. "kenapa saya di suruh keluar, saya juga mau ikut". ust Fadhlan dengan bijak menjawab "bapa tidak boleh masuk islam secara dipaksa, bapa harus belajar dulu". Selama tiga bulan kepala suku tersebut ikut ust Fadhlan berda'wah. akhirnya ust. Fadhlan mengantarkan kepala suku itu pulang dengan membekalinya dengan alat kebersihan, mesin air dsb. beberapa hari perjalanan naik gunung. dan beberapa hari berselang mereka turun ke Kota dengan membawa 39 orang yang ingin masuk Islam. SubhanALLAH..

Biasanya, jika kepala sukunya masuk Islam, maka satu suku tersebut akan masuk Islam. seperti kisah berikut yang mengsilkan 3000 mualaf. Ust. Fadlan dan kawan-kawan jaulah ke sebuah suku. Beliau bersilaturahi sambil mengajari suku tersebut mandi. setibanya sholat dzuhur, ust. Fadhlan mohon izin tuk melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu. Sholat dilakukan di atas rumah panggung tanpa dinding. Sementar itu, suku tersebut menunggu di bawah. Saat takbirotul ihram di kumandangkan, si suku tersebut langusng mengitari mereka macam orang mengitari ka'bah. Mereka perhatikan hingga akhir sholat. selepas sholat, kepala suku langsung bertanya kepada ust. Fadhlan. pertanyaannya macam-macam "kenapa anak habis angkat tangan, mulutnya bicara-bicara?","Mengapa anak bungkuk-bungkuk badan?","Mengapa anak mencium papan?","mengapa anak tengok kanan dan kiri sambil mulutnya bicara-bicara?". Pertanyaan-pertanyaan tersebut di jawab oleh ust. Fadhlan dengan jelas dan mudah dimengerti oleh mereka. saat ust. Fadhlan ingin melanjutkan belajar mandi buat mereka, si kepala suku bilang "nanti dulu belajar mandi, kita belajar yang ini (Islam) dulu". dan akhirnya mereka masuk Islam. kurang lebih 3000 orang. Hal yang pertama ust Fadhlan lakukan bersama kawan-kawan beliau adalah mengganti nama-nama suku tersbut menjadi nama-nama yang Islami.

Sekarang, AlhamduliLLAH sudah banyak orang Islam di Papua. Yang mereka butuhkan adalah pakaian (untuk akhwat khususnya), sabun, shampo dan alat-alat yang mendukung da'wah di Papua. Disisi lain ada hal lucu. Waktu rame-ramenya isu RUU Pornorafi, ternyata ustad Fadhlan berkesempatan ngadain aksi dengan membawa akhwat-akhwat dari Papua yang telah berhijab. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan "Orang jawa baru belajar telanjang, kita sudah pengalaman"

Semoga ALLAH senantiasa memberikan pertolongan untuk Da'i-Da'i yang berda'wah di sana (Papua)

Setelah googling eh dapet link http://dakwahafkn.wordpress.com. setelah dicocokkan dengan ketua yayasan yang ngelola blog ini, inilah blog kelompok da'wah tersebut. ALLAHUAKBAR...ALLAHUAKBAR...